Rabu, 09 Desember 2015

MAKALAH HIDUP BARU MENURUT AGAMA KRISTEN



MAKALAH
TENTANG HIDUP BARU











OLEH:

NAMA           : YUNITA JERAPAI
NIM                : 8152056
KELAS          : A
PRODI           : BAHASA INGGRIS




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRIBUANA
KALABAHI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dasar dari ajaran perlunya hidup baru (regeneration) adalah anggapan tentang natur keberdosaan manusia. Manusia telah mati secara rohani sehingga memerlukan kelahiran kembali atau hidup baru secara rohani. Akibat dari dosa pertama Adam dan Hawa, citra Allah dalam diri manusia telah tercoreng dan mengakibatkan dosa masuk dan menjalar kepada setiap manusia (Roma 3:10-12, 23; 5:12). Adam dan Hawa telah membuat dosa menjadi aktual pada saat pertama kalinya di Taman Eden, sejak saat itu natur dosa telah diwariskan kepada semua manusia (Roma 5:12; 1 Korintus 15:22).
Manusia telah rusak total (total depravity). Yang dimaksud dengan kerusakan total adalah (1) kerusakan akibat dosa asal menjangkau setiap aspek natur dan kemampuan manusia: termasuk pikiran, hati nurani, kehendak, hati, emosinya dan keberadaannya secara menyeluruh (2 Korintus 4:4, 1Timotius 4:2; Roma 1:28; Efesus 4:18; Titus 1:15), dan (2) secara natur, tidak ada sesuatu dalam diri manusia yang membuatnya layak untuk berhadapan dengan Allah yang benar (Roma 3:10-12). Yang dimaksud dengan kerusakan total bukanlah berarti (1) bahwa setiap orang telah menunjukkan kerusakannya secara keseluruhan dalam perbuatan, (2) bahwa orang berdosa tidak lagi memiliki hati nurani dan dorongan alamiah untuk berhubungan dengan Allah, (3) bahwa orang berdosa akan selalu menuruti setiap bentuk dosa, dan (4) bahwa orang berdosa tidak lagi mampu melakukan hal-hal yang baik dalam pandangan Allah maupun manusia.
Jadi, manusia dalam natur lamanya yang berdosa tidak menyadari dan tidak mampu menanggapi hal-hal rohani dari Allah. Manusia bukan hanya tidak mampu melakukan apapun untuk mengubah natur maupun keadaan keberdosaannya (Roma 3:9-20). Maka jelaslah bahwa manusia memerlukan suatu perubahan yang radikal dan menyeluruh yang memampukannya untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan.
B.     RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah :
1.      Arti hidup baru?
2.      Bagaimana Hidup Baru dalam  Kristus?
3.      Ciri Hidup Baru Dalam Kristus?
4.      Hidup Baru Dalam Kristus
C.    Metode Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode penulisan kualitatif. Metode penulisan kualitatif adalah metode penulisan karya tulis dengan cara mengumpulkan data dari sumber-sumber yang ada seperti sumber dari internet.
D.    Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun dengan sistematikan yang telah ada dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk memenuhi  tugas Pendidikan Agama yang telah diberikan oleh dosen pembimbing.
2.      Sebagai bahan pembelajaran dan pedoman bagi mahasiswa kristen.
3.      Sebagai ilmu pengetahuan bagi seluruh masyarakat dalam kehidupan mereka agar mendapat hidup yang layak sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    ARTI HIDUP BARU
Hidup baru ialah anugerah dari Allah yang diterima oleh manusia, dan manusia dapat lebih dekat lagi  dengan Allah. Sehingga manusia dapat hidup dengan kekal di dalam firmannya. Selain itu manusia juga harus sudah menjadikan Yesus Kristus sebagai juruselamat hidupnya, sehingga ia dapat dikatakan telah hidup baru. Hidup baru atau lahir baru bukan hanya sekedar dapat mengenal Allah, tetapi benar-benar hidupnya telah berubah dari hidup yang sebelumnya fana menjadi hidup yang tidak fana. Sehingga manusia tidak dapat melihat kerajaan Allah sebelum mengalami yang namanya hidup baru. Di bawa ini adalah ayat-ayat alkitab yang membahas tentang hidup baru dan lahir baru.
a).  1 Petrus 1 : 23
Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”
Maksud dari ayat ini yaitu bahwa manusia itu lahir kembali dari kehidupan yang bersifat duniawi  ke kehidupan yang lebih mengenal Allah. Dalam konteks ini manusia di ciptakan Allah bukanlah langsung baik dihadapan Allah, tetapi manusia itu lahir dari manusia yang telah memiliki dosa. Sehingga manusia harus dapat hidup kembali atau lahir kembali dengan mengenal Allah lebih dekat.
Di dalam kehidupan sekarang, di mana zaman semakin modern dan semakin canggih membuat perilaku dan kehidupan manusia ikut berubah. Manusia sekarang sangatlah jauh dari Allah, akibat dari semakin banyaknya dosa yang di perbuat manusia. Sehingga mungkinlah Allah sangat murka dengan manusia dan dapat meninggalkan manusia. Disinilah manusia perlu hidup baru, dan lebih mengenal Allah dengan lebih dekat. Dimana manusia itu perlu sadar akan dosa-dosa perbuatannya. Apalagi manusia sudah semakin banyak meninggalkan Allah,dan lebih dekat dengan dosa-dosa duniawi. Dengan hidup baru berarti sudah lepas dari dosa-dosa, dan hidupnya berubah dari yang fana ke hidup yang tidak fana lagi. Proses perubahan karakter hidup sangat perlu komitmen ketaatan. Sehingga agar dapat hidup baru, komitmen untuk dapat hidup lebih baik sangatlah penting. Sehingga iman kita harus terlebih dahulu kita persiapkan untuk hal demikian.
b). Yakobus 1 : 18
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya”.
Di dalam ayat ini Allah telah menjadikan kita sebagai manusia yang benar di dalam firmannya, sehingga kita menjadi ciptaan yang sangat berharga di mata-Nya. Alangkah sangat besar anugerah Allah pad kita, namun kita sebagai manusia menyianyiakan itu semua dengan berbuat dosa dan jauh dari-Nya. Ayat ini membawa kita untuk dapat berpikir dengan jernih dan lebih mengharagai semua tindakan Allah buat kita. Sehingga alangkah sangat berdosanya kita dengan semua perilaju yang kita perbuat.
Dengan hidup baru berarti kita sudah dikuduskan , sehingga kita berubah dari keadaan fisik , pikiran dan kehendak  yang buruk ke yang lebih baik di mata Allah. Hidup baru di dalam iman Kristen tidak mengalami reingkarnasi, melainkan masuknya Roh Kristus ke dalam ciptaan-Nya. Manusia mengalami hidup baru bukan tanpa tujuan yang pasti. Namun segalanya sudah diatur oleh Tuhan. Bukan tanpa hasil yang di dapat, namun kehidupan kekal lah yang akhirnya kita dapatkan. Sehingga kita sebagai manusia, selain pentingnya untuk lahir baru dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat, kita akan hidup kekal dengan-Nya.
c). 1 korintus 4 : 15
“Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu “.
 Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada allah lain kecuali Allah Bapa kita sendiri. Sebab Allah meyatakan namanya di dalam Yesus Kristus. Sehigga hanya kepada-Nya lah kita beribadah walaupun kita memiliki orangtua pendidik di dunia ini. Kaitan ayat ini dalam hidup dan lahir baru yakni bahwa kita sebagai manusia harus tahu diri dan tidak sombong hidup di dunia ini. Melainkan kita menerima Allah dalam hidup kita dengan cara hidup baru dan menguduskan diri kita, agar suci dari dosa duniawi. Sebab Allah tidak mau melihat kita kotor dengan dosa bila kita hidup degan-Nya.
Didalam yakobus 3: 3 sudah dikatakan bahwa seorang yang tidak lahir baru tidak dapat melihat kerajaan Allah. Sehingga kita sebagai manusia percuma hidup di dunia dan berbuat baik sekalipun. Karena jika kita tidak lahir baru berarti kita tidak menerima Yesus Kristus dalam hidup kita. Sehingga kita tidak dapat melihat kerajaan Allah. Karena di sanalah kita dapat hidup dengan kekal.
Sehingga dalam hidup baru dan lahir baru kita harus menerima Allah dengan sungguh sungguh, dengan tidak penuh keragu-raguan. Selain itu kita tidak boleh sombong akan hal itu. Sebab semua itu adalah pemberian Allah.
B.     BAGAIMANA CARA HIDUP BARU DALAM KRISTUS?
Tak sedikit orang Kristen mengetahui cara hidup baru dalam Kristus meskipun telah bertahun-tahun bahkan mungkin berpuluh tahun menjadi Kristen.  Secara sederhana, hidup baru dalam Kristus tak lebih dari sekedar meninggalkan pelanggaran dan dosa yang masih sering kita lakukan. Hidup baru dalam Kristus berarti tidak lagi menuruti keinginan kedagingan yang menuntun ke dalam kebinasaan namun hidup baru dalam tuntunan Roh Kudus setiap hari sebagai jawaban atas keselematan yang Allah telah berikan melalui pengorbanan Anak TunggalNya di kayu salib. Ini artinya kita harus mengizinkan Allah memindahkan kita dari kegelapan menuju ke dalam terang ajaib yaitu Kerajaan AnakNya (Kol.1:13)
C.     CIRI HIDUP BARU DALAM KRISTUS
Cara mengetahui hidup berada di dalam Kristus adalah amat mudah yaitu bila hidup Anda diatur oleh Alkitab. Apakah Anda menjunjung tinggi dan memandang Firman Allah sebagai penguasa atas kehidupan Anda? “Tetapi barangsiapa menuruti firmanNya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia” (1 Yohanes 2:5).
Alkitab sangat jelas, kita menjadi satu dengan Allah di dalam Kristus jika kita mengasihi dan menaati firman Allah.
Kemurahan adalah salah satu ciri hidup baru dalam Kristus. Alkitab berkata jika kita tidak memiliki kemurahan atau tidak dapat mengasihi tanpa syarat, maka kita belum berada di dalam Kristus.
“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna” (1 Korintus 13:2). Kalimat “sama sekali tidak berguna” berarti “Saya tidak berguna sekarang dan untuk selama-lamanya juga begitu.” Sebab tanpa Kasih, kita bukan siapa-siapa dan akan selama-lamanya bukan siapa-siapa. Kita bisa saja seorang pengkhotbah, majelis/pengurus gereja yang giat melayani Tuhan dalam pelayanan gereja tapi jika Anda tidak memiliki kasih, maka kita sama sekali bukan siapa-siapa di mata Tuhan.
D.    HIDUP BARU DALAM KRISTUS BERARTI “RELA” TERUS MENERUS DIPERBARUI
Barangsiapa yang berada di dalam Kristus tidak hanya mengalami satu pengalaman pertobatan namun juga terus menerus berseru pada Tuhan untuk diubah dan diberbarui oleh Roh Kudus. Doa mereka setiap hari adalah, “Tuhan, bersihkanlah diriku dari setiap noda dosa, jadikan aku anak yang berkenan padaMu!”
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17)
Keselamatan yang kita terima bukanlah karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena Kasih KaruniaNya semata, itu murni 100% prakarsa Allah. Meninggalkan tabiat manusia lama dan mencoba hidup baru dalam Kristus adalah sebuah proses yang tak langsung bisa sempurna namun itulah yang Allah kehendaki harus terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Manusia dalam natur lamanya yang berdosa tidak menyadari dan tidak mampu menanggapi hal-hal rohani dari Allah. Manusia juga tidak mampu melakukan apapun untuk mengubah natur maupun keadaan keberdosaannya (Roma 3:9-20). Maka jelaslah bahwa manusia memerlukan suatu perubahan yang radikal dan menyeluruh yang memampunkannya untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan. Akibat dari dosa warisan atau dosa asal, maka manusia mengalami kematian rohani yang ditandai dengan terputusnya / terpisahnya hubungan dengan Allah dalam kehidupan sekarang ini (Yohanes 5:24; Roma 5:12-21; 8:6; Efesus 2:1; 1 Timotius 5:6). Jika hal ini tidak berubah dalam diri manusia di sepanjang hidupnya, maka kematian kekal atau kematian yang kedua akan menyertainya (wahyu 20:11-15). Kematian kekal dimana manusia akan dibuang ke tempat yang gelap dan penuh dengan siksaan yang akhirnya membawa mereka jauh dari hadirat Allah untuk selama-lamanya (Matius10:28; 25:41; 2 Tesalonika 1:9; Ibrani 10:31; Wahyu 14:11; 20:11-15).
B.     SARAN
Penulis sangat berterima kasih kepada Tuhan Allah semesta Alam Yang telah memberikan kesempatan kepada kita hidup yang kekal itu, oleh karena itu penulis sangat berharap kepada semua pembaca yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus untuk: 
1.      Setelah  membaca Karya Ilmiah Ini, kita dapat menjadi orang yang taat, setia, takut dan dengan sepenuhnya memberikan hidup Anda kepada Kritus, agar kita mengetahui apa itu kebenaran yang sejati, bukan untuk menjadi seorang KTP (Kristen Tanpa Pertobatan) saja, melainkan Menjadi Kriten yang benar-benar sejati. kita tidak perlu lagi kuatir akan hidup kita, karna kita selalu mengandalkan Tuhan didalam segala hal.
2.      Sebagai anak-anak Allah yang sejati, kita harus menjadi Terang dan Garam Dunia. Sebagai kristen yang sejati, kita harus bersikap seperti Kristus yang datang Untuk melayani bukan untuk dilayani. Kita harus melayani orang-orang yang belum mengenal penyelamat sejati, yaitu, Kristus. Saudara dan saya harus menjadi teladan dalam kehidupan dan melakanakanya dengan penuh kasih.


DAFTAR PUSTAKA

eklesia-kolonodale.blogspot.co.id2013/04/hidup-baru-dalam-kristus-seperti-apa.
pobersonaibaho.wordpress.com/2011/02/22/makna-kelahiran-kembali-dan-hidup-baru/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar