MAKALAH
TENTANG HIDUP B
ARU
ARU
OLEH:
NAMA :
YUNITA JERAPAI
NIM :
8152056
KELAS :
A
PRODI :
BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRIBUANA
KALABAHI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dasar dari
ajaran perlunya hidup baru (regeneration) adalah anggapan tentang natur
keberdosaan manusia. Manusia telah mati secara rohani sehingga memerlukan
kelahiran kembali atau hidup baru secara rohani. Akibat dari dosa pertama Adam
dan Hawa, citra Allah dalam diri manusia telah tercoreng dan mengakibatkan dosa
masuk dan menjalar kepada setiap manusia (Roma 3:10-12, 23; 5:12). Adam dan
Hawa telah membuat dosa menjadi aktual pada saat pertama kalinya di Taman Eden,
sejak saat itu natur dosa telah diwariskan kepada semua manusia (Roma 5:12; 1
Korintus 15:22).
Manusia telah
rusak total (total depravity). Yang dimaksud dengan kerusakan total adalah (1)
kerusakan akibat dosa asal menjangkau setiap aspek natur dan kemampuan manusia:
termasuk pikiran, hati nurani, kehendak, hati, emosinya dan keberadaannya
secara menyeluruh (2 Korintus 4:4, 1Timotius 4:2; Roma 1:28; Efesus 4:18; Titus
1:15), dan (2) secara natur, tidak ada sesuatu dalam diri manusia yang
membuatnya layak untuk berhadapan dengan Allah yang benar (Roma 3:10-12). Yang
dimaksud dengan kerusakan total bukanlah berarti (1) bahwa setiap orang telah
menunjukkan kerusakannya secara keseluruhan dalam perbuatan, (2) bahwa orang
berdosa tidak lagi memiliki hati nurani dan dorongan alamiah untuk berhubungan
dengan Allah, (3) bahwa orang berdosa akan selalu menuruti setiap bentuk dosa,
dan (4) bahwa orang berdosa tidak lagi mampu melakukan hal-hal yang baik dalam
pandangan Allah maupun manusia.
Jadi, manusia
dalam natur lamanya yang berdosa tidak menyadari dan tidak mampu menanggapi
hal-hal rohani dari Allah. Manusia bukan hanya tidak mampu melakukan apapun
untuk mengubah natur maupun keadaan keberdosaannya (Roma 3:9-20). Maka jelaslah
bahwa manusia memerlukan suatu perubahan yang radikal dan menyeluruh yang memampukannya
untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan.
B. RUMUSAN
MASALAH
Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Arti hidup baru?
2. Bagaimana Hidup Baru dalam Kristus?
3. Ciri Hidup Baru Dalam Kristus?
4. Hidup Baru Dalam Kristus
C. Metode
Penulisan
Penulisan makalah ini menggunakan metode
penulisan kualitatif. Metode penulisan kualitatif adalah metode penulisan karya
tulis dengan cara mengumpulkan data dari sumber-sumber yang ada seperti sumber
dari internet.
D. Tujuan
Penulisan
Makalah ini disusun dengan sistematikan yang telah ada dengan tujuan
sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi tugas Pendidikan Agama yang telah diberikan
oleh dosen pembimbing.
2. Sebagai bahan pembelajaran dan pedoman bagi
mahasiswa kristen.
3. Sebagai ilmu pengetahuan bagi seluruh
masyarakat dalam kehidupan mereka agar mendapat hidup yang layak sesuai dengan
ajaran Tuhan Yesus.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
ARTI HIDUP
BARU
Hidup baru ialah anugerah dari
Allah yang diterima oleh manusia, dan manusia dapat lebih dekat lagi
dengan Allah. Sehingga manusia dapat hidup dengan kekal di dalam firmannya.
Selain itu manusia juga harus sudah menjadikan Yesus Kristus sebagai juruselamat
hidupnya, sehingga ia dapat dikatakan telah hidup baru. Hidup baru atau lahir
baru bukan hanya sekedar dapat mengenal Allah, tetapi benar-benar hidupnya
telah berubah dari hidup yang sebelumnya fana menjadi hidup yang tidak fana.
Sehingga manusia tidak dapat melihat kerajaan Allah sebelum mengalami yang
namanya hidup baru. Di bawa ini adalah ayat-ayat alkitab yang membahas tentang
hidup baru dan lahir baru.
a). 1
Petrus 1 : 23
“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih
yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan
yang kekal.”
Maksud dari ayat ini yaitu bahwa
manusia itu lahir kembali dari kehidupan yang bersifat duniawi ke
kehidupan yang lebih mengenal Allah. Dalam konteks ini manusia di ciptakan
Allah bukanlah langsung baik dihadapan Allah, tetapi manusia itu lahir dari
manusia yang telah memiliki dosa. Sehingga manusia harus dapat hidup kembali
atau lahir kembali dengan mengenal Allah lebih dekat.
Di dalam kehidupan sekarang, di
mana zaman semakin modern dan semakin canggih membuat perilaku dan kehidupan
manusia ikut berubah. Manusia sekarang sangatlah jauh dari Allah, akibat dari
semakin banyaknya dosa yang di perbuat manusia. Sehingga mungkinlah Allah
sangat murka dengan manusia dan dapat meninggalkan manusia. Disinilah manusia
perlu hidup baru, dan lebih mengenal Allah dengan lebih dekat. Dimana manusia
itu perlu sadar akan dosa-dosa perbuatannya. Apalagi manusia sudah semakin
banyak meninggalkan Allah,dan lebih dekat dengan dosa-dosa duniawi. Dengan
hidup baru berarti sudah lepas dari dosa-dosa, dan hidupnya berubah dari yang
fana ke hidup yang tidak fana lagi. Proses perubahan karakter hidup sangat
perlu komitmen ketaatan. Sehingga agar dapat hidup baru, komitmen untuk dapat
hidup lebih baik sangatlah penting. Sehingga iman kita harus terlebih dahulu
kita persiapkan untuk hal demikian.
b). Yakobus 1
: 18
“Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah
menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu
menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya”.
Di dalam ayat ini Allah telah
menjadikan kita sebagai manusia yang benar di dalam firmannya, sehingga kita
menjadi ciptaan yang sangat berharga di mata-Nya. Alangkah sangat besar
anugerah Allah pad kita, namun kita sebagai manusia menyianyiakan itu semua
dengan berbuat dosa dan jauh dari-Nya. Ayat ini membawa kita untuk dapat berpikir dengan jernih dan
lebih mengharagai semua tindakan Allah buat kita. Sehingga alangkah sangat
berdosanya kita dengan semua perilaju yang kita perbuat.
Dengan hidup baru berarti kita
sudah dikuduskan , sehingga kita berubah dari keadaan fisik , pikiran dan kehendak
yang buruk ke yang lebih baik di mata Allah. Hidup baru di dalam iman Kristen
tidak mengalami reingkarnasi, melainkan masuknya Roh Kristus ke dalam ciptaan-Nya.
Manusia mengalami hidup baru bukan tanpa tujuan yang pasti. Namun segalanya
sudah diatur oleh Tuhan. Bukan tanpa hasil yang di dapat, namun kehidupan kekal
lah yang akhirnya kita dapatkan. Sehingga kita sebagai manusia, selain
pentingnya untuk lahir baru dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat,
kita akan hidup kekal dengan-Nya.
c). 1 korintus
4 : 15
“Sebab sekalipun kamu mempunyai
beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena
akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang
kuberitakan kepadamu “.
Ayat ini menjelaskan kepada
kita bahwa tidak ada allah lain kecuali Allah Bapa kita sendiri. Sebab Allah
meyatakan namanya di dalam Yesus Kristus. Sehigga hanya kepada-Nya lah kita
beribadah walaupun kita memiliki orangtua pendidik di dunia ini. Kaitan ayat
ini dalam hidup dan lahir baru yakni bahwa kita sebagai manusia harus tahu diri
dan tidak sombong hidup di dunia ini. Melainkan kita menerima Allah dalam hidup
kita dengan cara hidup baru dan menguduskan diri kita, agar suci dari dosa
duniawi. Sebab Allah tidak mau melihat kita kotor dengan dosa bila kita hidup
degan-Nya.
Didalam yakobus 3: 3 sudah
dikatakan bahwa seorang yang tidak lahir baru tidak dapat melihat kerajaan
Allah. Sehingga kita sebagai manusia percuma hidup di dunia dan berbuat baik
sekalipun. Karena jika kita tidak lahir baru berarti kita tidak menerima Yesus
Kristus dalam hidup kita. Sehingga kita tidak dapat melihat kerajaan Allah.
Karena di sanalah kita dapat hidup dengan kekal.
Sehingga dalam hidup baru dan
lahir baru kita harus menerima Allah dengan sungguh sungguh, dengan tidak penuh
keragu-raguan. Selain itu kita tidak boleh sombong akan hal itu. Sebab semua
itu adalah pemberian Allah.
B.
BAGAIMANA CARA HIDUP
BARU DALAM KRISTUS?
Tak sedikit orang Kristen mengetahui cara hidup baru dalam Kristus
meskipun telah bertahun-tahun bahkan mungkin berpuluh tahun menjadi
Kristen. Secara sederhana, hidup baru dalam Kristus tak lebih dari
sekedar meninggalkan pelanggaran dan dosa yang masih sering kita lakukan. Hidup
baru dalam Kristus berarti tidak lagi menuruti keinginan kedagingan yang
menuntun ke dalam kebinasaan namun hidup baru dalam tuntunan Roh Kudus setiap
hari sebagai jawaban atas keselematan yang Allah telah berikan melalui
pengorbanan Anak TunggalNya di kayu salib. Ini artinya kita harus mengizinkan
Allah memindahkan kita dari kegelapan menuju ke dalam terang ajaib yaitu
Kerajaan AnakNya (Kol.1:13)
C.
CIRI HIDUP BARU
DALAM KRISTUS
Cara mengetahui hidup berada di dalam Kristus adalah amat mudah yaitu bila
hidup Anda diatur oleh Alkitab. Apakah Anda menjunjung tinggi dan memandang
Firman Allah sebagai penguasa atas kehidupan Anda? “Tetapi barangsiapa menuruti
firmanNya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah
kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia” (1 Yohanes 2:5).
Alkitab sangat jelas, kita menjadi satu dengan Allah di dalam Kristus jika
kita mengasihi dan menaati firman Allah.
Kemurahan adalah salah satu ciri hidup baru dalam Kristus. Alkitab berkata
jika kita tidak memiliki kemurahan atau tidak dapat mengasihi tanpa syarat,
maka kita belum berada di dalam Kristus.
“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala
rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang
sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku
sama sekali tidak berguna” (1 Korintus 13:2). Kalimat “sama sekali tidak
berguna” berarti “Saya tidak berguna sekarang dan untuk selama-lamanya juga
begitu.” Sebab tanpa Kasih, kita bukan siapa-siapa dan akan selama-lamanya
bukan siapa-siapa. Kita bisa saja seorang pengkhotbah, majelis/pengurus gereja
yang giat melayani Tuhan dalam pelayanan gereja tapi jika Anda tidak memiliki
kasih, maka kita sama sekali bukan siapa-siapa di mata Tuhan.
D.
HIDUP BARU DALAM KRISTUS
BERARTI “RELA” TERUS MENERUS DIPERBARUI
Barangsiapa yang berada di dalam Kristus tidak hanya mengalami satu
pengalaman pertobatan namun juga terus menerus berseru pada Tuhan untuk diubah
dan diberbarui oleh Roh Kudus. Doa mereka setiap hari adalah, “Tuhan,
bersihkanlah diriku dari setiap noda dosa, jadikan aku anak yang berkenan
padaMu!”
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama
sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17)
Keselamatan yang kita terima bukanlah karena perbuatan baik yang telah kita
lakukan, tetapi karena Kasih KaruniaNya semata, itu murni 100% prakarsa Allah.
Meninggalkan tabiat manusia lama dan mencoba hidup baru dalam Kristus adalah
sebuah proses yang tak langsung bisa sempurna namun itulah yang Allah kehendaki
harus terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Manusia dalam natur lamanya yang berdosa
tidak menyadari dan tidak mampu menanggapi hal-hal rohani dari Allah. Manusia
juga tidak mampu melakukan apapun untuk mengubah natur maupun keadaan
keberdosaannya (Roma 3:9-20). Maka jelaslah bahwa manusia memerlukan suatu
perubahan yang radikal dan menyeluruh yang memampunkannya untuk dapat kembali
melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan. Akibat dari dosa warisan atau
dosa asal, maka manusia mengalami kematian rohani yang ditandai dengan
terputusnya / terpisahnya hubungan dengan Allah dalam kehidupan sekarang ini
(Yohanes 5:24; Roma 5:12-21; 8:6; Efesus 2:1; 1 Timotius 5:6). Jika hal ini
tidak berubah dalam diri manusia di sepanjang hidupnya, maka kematian kekal
atau kematian yang kedua akan menyertainya (wahyu 20:11-15). Kematian kekal
dimana manusia akan dibuang ke tempat yang gelap dan penuh dengan siksaan yang
akhirnya membawa mereka jauh dari hadirat Allah untuk selama-lamanya
(Matius10:28; 25:41; 2 Tesalonika 1:9; Ibrani 10:31; Wahyu 14:11; 20:11-15).
B.
SARAN
Penulis
sangat berterima kasih kepada Tuhan Allah semesta Alam Yang telah memberikan
kesempatan kepada kita hidup yang kekal itu, oleh karena itu penulis sangat berharap
kepada semua pembaca yang terkasih dalam Nama Tuhan Yesus Kristus untuk:
1. Setelah membaca Karya Ilmiah Ini, kita dapat
menjadi orang yang taat, setia, takut dan dengan sepenuhnya memberikan hidup Anda
kepada Kritus, agar kita mengetahui apa itu kebenaran yang sejati, bukan untuk
menjadi seorang KTP (Kristen Tanpa Pertobatan) saja, melainkan Menjadi Kriten yang
benar-benar sejati. kita tidak perlu lagi kuatir akan hidup kita, karna kita
selalu mengandalkan Tuhan didalam segala hal.
2. Sebagai anak-anak Allah yang sejati, kita harus menjadi
Terang dan Garam Dunia. Sebagai kristen yang sejati, kita harus bersikap
seperti Kristus yang datang Untuk melayani bukan untuk dilayani. Kita harus
melayani orang-orang yang belum mengenal penyelamat sejati, yaitu, Kristus.
Saudara dan saya harus menjadi teladan dalam kehidupan dan melakanakanya dengan
penuh kasih.
DAFTAR PUSTAKA
eklesia-kolonodale.blogspot.co.id2013/04/hidup-baru-dalam-kristus-seperti-apa.
pobersonaibaho.wordpress.com/2011/02/22/makna-kelahiran-kembali-dan-hidup-baru/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar